Dilansir dari laman NU Online, saat itu, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini memberi ucapan selamat pada Indonesia melalui Radio Berlin dengan berbahasa Arab yang saat itu tengah berada di Jerman. Maka secara de facto Palestina mengakui kedaulatan Indonesia pada 6 September 1944.Sayyid Ibrahim bin Amin Muhammad Adzhuhaibi al-Jailani (tengah), Abah KH. Muhammad Faruq (kanan) dan Ibu Nyai Mila/Neng Mila (kiri) Berkali-kali Sayyid Ibrahim al-Jailani turun dari panggung, terlihat seperti Sulthon Aulia Syech Abdul Qodir al-Jailani yang sedang berjalan mendatangi orang-orang yang rindu beliu, mendatangi jama’ah yang hadir melayani setiap permintaan jamaah.
Ibnu Qudamah Al-Maqdisi adalah seorang imam, ahli fiqih dan zuhud, Asy-syekh Muwaffaquddin Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad Ibnu Qudamah al-Hanbali al-Almaqdisi. Ia berhijrah ke lereng bukit Ash-Shaliya, Damaskus, dan dibubuhkanlah namanya ad-Damsyiqi ash-Shalihi, nisbah kepada kedua daerah itu. Dilahirkan pada bulan Sya’ban 541 H
Syekh Abdul Qadir adalah orang Kurdi yang lahir di pada bulan Ramadhan tahun 1077 di Desa Nif, selatan Laut Kaspia, yang sekarang menjadi Provinsi Mazandaran di Iran. Hingga kini masih terjadi perdebatan, antara Syekh Abdul Qadir lahir di tanggal 1 Ramadhan atau justru di tanggal 2 Ramadhan. Meski ulama kebanyakan lebih meyakini bahwa ulama Pasca-mengakui Indonesia merdeka, mufti besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dan Muhammad Ali Taher, saudagar kaya Palestina, menyiarkan dukungan rakyat Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia. Dukungan tersebut disebarluaskan melalui radio berbahasa Arab pada 6 September 1944 di Berlin, Jerman. Salah satu dari pihak yang berkolaborasi dengan Nazi Jerman di wilayah Arab adalah Syaikh Amin al-Husayni seorang Mufti Yerusalem. Oleh Dimas Sigit Cahyokusumo. Biografi Syaikh Amin al-Husayni. Syaikh Muhammad Amin al-Husayni adalah mufti agung Yerusalem antara tahun 1921-1937 di bawah otoritas politik mandat Britania atas Palestina. Berkata syaikh abdul qadir al-jailani ; “sholawat inilah yang sesuai dengan hadist tersebut. Sesungguhnya sholawat ini membuka tujuh puluh pintu rahmat, menampakkan keajaiban-keajaiban dari jalan surga, lebih baik daripada memerdekakan seribu budak, berkorban seribu onta, bersedekah dengan seribu dinar, berpuasa seribu bulan. al-Ālim al-Allāmah al-‘Ārif billāh as-Syekh Muhammad Syarwani Abdan Bangil al-Ālim al-Allāmah al-‘Ārif billāh as-Syaikh as-Sayyid Muhammad Amin Kutbi Kedua tokoh ini biasa disebut Guru Khusus beliau, atau meminjam perkataan beliau sendiri adalah Guru Suluk (Tarbiyah al-Shufiyah). Dari beberapa paguruan Abah Guru Sekumpul lagi adalah : .