Bangkit menjadi terang bagi dunia ~ Kita hidup dalam satu dunia di mana terdapat kondisi yang diwarnai faktor perubahan drastis pada segala sektor kehidupan. Perubahan ini ditandai dengan kompleksitas rumit yang menghadirkan resiko serta kejutan-kejutan yang tidak dapat diramal. Pada sisi lain, kondisi dunia di mana kita ada juga ditandai adanya kejahatan yang mengancam kehidupan pada level kritis II Timotius 21-5; Matius 243-28. Kejahatan level kritis ini penyebarannya semakin mengancam oleh jasa IT yang gencar. Ancaman mana dapat membuat setiap orang menjadi pesismis, frustrasi, putus harap bahkan ketakutan. Kondisi seperti inilah yang kita hadapi dalam situasi Natal 2016. Dalam kondisi seperti ini, TUHAN Allah bersabda “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu” Yesaya 601. Dan lagi, Firman Allah, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, TUHAN, di kota Daud” Lukas 210-11. Apa makna kebenaran ini bagi kita? Ada optimisme Tuhan bagi umat pilihan-Nya. Menghadapi kenyataan hidup, ada optimisme dari TUHAN Allah, “bangkitlah, menjadi teranglah.” Perintah ini adalah otoritas dan jaminan Allah bahwa umat-Nya dapat bangkit serta tegak berdiri di tengah ancaman. Di sini jaminan-Nya adalah “Ia meneguhkan kita sehingga kita dapat bangkit di tengah kondisi yang menggenaskan sekalipun. Indikator bahwa kita sedang bangkit ialah “kita menjadi terang, sebagai alat kebenaran dan keadilan TUHAN di tengah kegelapan dengan menghadirkan damai sejahtera berlandaskan sikap tidak membalas jahat dengan jahat” Matius 59,14,43-48; 712; Yesaya 321-2,17. Ada otoritas Tuhan untuk menjadi terang Sesudah peritah “bangkitlah,” ada perintah susulan, “menjadi teranglah,” karena “terangmu telah datang!” Kebenaran Sabda ini memberikan jaminan otoritas bagi kehidupan umat Allah bahwa “dari TUHAN ada keberpihakkan-Nya, sehingga kita akan terus tegak bercahaya di tengah kegelapan. Landasan bagi otoritas untuk bercahaya dalam kegelapan dunia ini adalah TUHAN telah menetapkan agar kita menjadi “alat restorasi dan transformasi, karena Ia telah membuat kita menjadi terang bagi bangsa-bangsa” Yesaya 496. Dengan demikian, kita dapat menghadirkan terang bagi dunia yang gelap, karena “terang telah datang bagi kita, dan kemuliaan TUHAN telah terbit bagi kita” Yesaya 601. Dalam hal ini ada penegasan TUHAN Allah kita, “Jangan takut, karena pada kita ada kesukaan besar, Juruselamat telah lahir bagi kita” Lukas 210. Di sini ada jaminan TUHAN, bahwa “Juruselamat, Yesus Kristus adalah jaminan kekal di mana kita dapat tegak di tengah tantangan dunia yang menggenas sekalipun.” Perbuatan Allah ini adalah jaminan-Nya bagi kita umat-Nya bahwa dengan otoritas-Nya kita akan terus menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Peran ini haruslah kita hidupi dengan menghadirkan berkat perdamaian dan keadilan dari Yesus Kristus, Putra Natal Matius 3828-20 di tengah dunia di mana kita dihadirkan-Nya Yohanes 1718;2021. Menyikapi Natal dalam kondisi dunia yang mengancam dan menakutkan, ada “jaminan TUHAN yang menguatkan, jangan takut,’ berdirilah tegak dan menjadi teranglah,” karena “terang kita telah datang, dan kemuliaan TUHAN ada atas kita.” “Jangan takut, teruslah memberitakan Firman, jangan diam” KPR 289. Dengan demikian, oleh jaminan dan otoritas TUHAN, kita dapat berdiri tegak dan memberi jawaban atas tantangan yang kita hadapi dengan menghadirkan damai yang berkeadilan terhadap sesama. Keadaan kita bisa bagaikan lilin-lilin kecil, di mana jika semua bernyala bersama, maka terangnya semakin besar. Ingatlah, sekalipun lilin-lilin kecil yang mudah padam di tempatkan di puncak bukit, TUHAN Yesus, Sang Imanuel adalah tembok kaca sekelingnya, yang oleh-Nya sekalipun ada badai, kita tetap bernyala dan tidak akan padam. Hal terpenting adalah, “teruslah bernyala dengan siap terbakar dan hancur, sehingga dunia yang gelap memperoleh terang TUHAN” Yesaya 496. Selamat Natal 2016 dengan menjadi terang bagi dunia, untuk memasuki Tahun Baru 2017 dalam berkat perdamaian TUHAN Allah kita.” TUHAN Yesus memberkati. Sumber
Invocatio: "Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih" (Kol.1:13).. Bacaan : 2 Raja-Raja 21:1-15 . Khotbah : Kisah Para Rasul 19:11-20. Tema : Akukanlah Kepada Tuhan (Akuken Man Tuhan). PENDAHULUAN Sekilas kami mengutip sebuah kalimat dari seorang Mother Teresa yang mengatakan demikian; "Tidak jarang, mereka yangInilahkuncinya, "Bangkitlah dan menjadi teranglah! Sebab terangmu sudah datang dan kemuliaan Tuhan sudah terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu!" Amin! Tuhan Yesus pernah berkata, "Kamu adalah terang dunia!"
Sebuahvideo Billy Graham dalam sebuah khotbah saat perayaan Paskah bertahun-tahun lalu kembali diposting dan menjadi viral. Video ini diunggah oleh anaknya, Franklin yang kini menjadi pemimpin dalam Billy Graham Evangelistic Association pada Sabtu, 31 Maret 2018 kemarin. Dia telah bangkit! " Terang Franklin dalam captionnya mengenai TemaKhotbah: Menjadi Sumber Inspirasi Pencerahan Sesama. bangkit, jatuh dan bangkit lagi yang sering terjadi berulangkali. Termasuk juga dalam kisah keruntuhan Saul dan kisah kemunculan Daud. Memilih untuk dicerahkan dengan terang yang dari Yesus juga menjadi pilihan jemaat di Efesus. Sedangkan untuk orang yang buta dan mendapatkan .