Tuhan sungguh-sungguh ingin melibatkan kita sebaik-baiknya, semaksimum mungkin, dan seefektif mungkin untuk melayani. Waktu berjalan kencang dan ngebut. Oleh sebab itu jangan kendor! Tetaplah semangat melayani sebagaimana mestinya. Sebisanya… jangan buang waktu percuma. Sangatlah berharga waktu kita untuk dipakai melakukan apa yang Tuhan suruh.
Melayani Tuhan tidak menuntut penghargaan, melayani pekerjaan Tuhan menuntuk pengakuan. Seringkali seorang Kristen terjebak dalam dilema kedua hal ini. Sulit untuk membedakan keduanya ketika kita disibukkan dengan begitu banyak aktivitas, rutinitas dan tuntutan pelayanan. Melayani Tuhan menjadi begitu melelahkan dan menguras emosi.
Layanilah Tuhan dengan apa yang kita punyai. Gunakan tangan untuk berdoa, gunakan bibir untuk menegur, gunakan hati untuk bersyukur. Pergunakan kehidupan kita sebagai saksi hidup akan kebaikan Tuhan. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! 1 Korintus 6:20 Sebagian lagi dipilih melayani Tuhan tanpa meninggalkan profesinya dalam dunia sekuler, dimana mereka bekerja tetapi memiliki hati memberi waktu untuk melayani dalam perluasan Kerajaan Allah. Kita tidak tahu persis apa dasarnya Allah memilih kita. Yang jelas bukan karena kebaikan dan kegagahan kita. Bukan pula karena kita mampu.
Taruhannya adalah nyawa kita. Tuhan menghendaki agar pelayanan kita kepada-Nya itu menduduki prioritas utama dalam hidup kita. Kita tidak dapat memandang kegiatan melayani Tuhan sebagai sesuatu yang hanya kita lakukan untuk mengisi waktu saja. Tuhan tidak mau mempunyai hamba-hamba yang memberi kepada Dia sisa-sisa dari apa yang dimilikinya.
Apa maksudnya? Pepatah mengatakan bahwa kebesaran yang sesungguhnya berawal dari melayani. Kalau kita lihat dalam bahasa asli, Yesus menggunakan kata diakonos. Diakonos berarti pelayan meja yang bertugas untuk melayani sebagai pelayan dapur, yang menantikan perintah di sekitar meja makan (diakoneo). Banyak orang yang melayani Tuhan tetapi dengan motivasi dan agenda pribadi yang terselubung, melayani Tuhan dengan tujuan tersembunyi untuk kesejahteraannya sendiri. Itulah sebabnya, banyak pelayanan zaman now yang "berbisnis" atas nama melayani Tuhan. Fenomena kehidupan beragama kita di Indonesia: "agama di-ekonomi-kan, ekonomi di-agama Dibaca: 17114 kali MARKUS 6:30-44Tetapi jawab-Nya, "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya, "Haruskah kami pergi membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" (Markus 6:37) Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 6-10 Sebuah akar tidak akan menanyakan: "Kapan aku menjadi daun yang hijau?" Satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam melayani Tuhan adalah motivasi kita. Motivasi pelayanan yang berkenan kepada Tuhan bukan semata-mata supaya diberkati, melainkan kita rela melayani oleh karena kasih. "Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil," (Filipi 1:16). Adapun ciri .
  • isevqy7dcc.pages.dev/55
  • isevqy7dcc.pages.dev/464
  • isevqy7dcc.pages.dev/136
  • isevqy7dcc.pages.dev/102
  • isevqy7dcc.pages.dev/363
  • isevqy7dcc.pages.dev/422
  • isevqy7dcc.pages.dev/373
  • isevqy7dcc.pages.dev/13
  • renungan tentang melayani tuhan